March 21, 2019

Pertanyaan tentang imunisasi IPV dan vaksin Polio

Berikut adalah beberapa pertanyaan tentang vaksin polio atau imuniasi ipv untuk membantu pembaca lebih memahami konversi vaksin polio di Indonesia.

1. Apa itu penyakit polio?

Polio adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus Polio. Virus polio terdiri dari 3 tipe 1, 2 dan 3. Setelah memasuki tubuh, virus akan memasuki sistem saraf pusat sehingga menyebabkan kerusakan pada neuron motorik. Penyakit ini bisa berakibat fatal atau menyebabkan kecacatan yang lumpuh, tidak dapat diperbaiki, dan permanen. Virus polio dapat ditularkan, menyebabkan epidemi besar jika kekebalan masyarakat rendah (tingkat vaksinasi rendah).

2. Bagaimana penularan polio?

Polio menyebar dari orang ke orang melalui saluran pencernaan. Virus polio dari orang yang terinfeksi atau orang yang sehat membawa infeksi yang menginfeksi air dan makanan dan memasuki saluran pencernaan. Dengan tidak adanya kekebalan, virus dapat menembus dari saluran usus ke dalam tubuh, berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Orang-orang ini terus membuat orang sakit.

Penyakit ini sangat menular. Sebagian besar anak-anak yang tinggal di rumah yang sama atau kontak dengan operator mungkin terinfeksi virus. Pasien dapat menghilangkan virus dari 10 hari sebelum hingga 14 hari setelah timbulnya penyakit. Orang sehat yang membawa virus juga bisa menjadi sumber infeksi.

3. Bagaimana cara mencegah polio?

Imunisasi aktif melalui vaksinasi parenteral atau polio adalah tindakan pencegahan yang paling efektif.

4. Apakah penyakit polio umum di Indonesia?

Di Indonesia, sebelum vaksinasi terhadap polio, polio adalah salah satu penyebab utama kematian dan meninggalkan gejala sisa parah pada anak di bawah 5 tahun, polio telah menyebabkan epidemi. Jaringan besar dengan banyak kasus dan kematian.

5. Mengapa masih perlu melakukan vaksin polio atau imuniasi ipv?

Di Indonesia, polio sudah jarang terjadi. Namun, dalam konteks virus polio liar masih beredar di beberapa negara di dunia bersamaan dengan ekspansi pertukaran internasional menunjukkan bahaya. Risiko penularan polio masih ada. Mempertahankan kekebalan untuk melindungi polio sangat penting sampai polio sepenuhnya dibayar dalam skala global.

6. Jenis vaksin polio apa yang tersedia?

Ada 2 jenis vaksin polio:

  • – Vaksin dekongestan hidup (OPV): mengandung virus polio hidup yang telah melemah, merangsang tubuh untuk menciptakan kekebalan. Kekebalan ini membantu tubuh melindungi dari virus memasuki tubuh.
  • – Vaksin tidak aktif yang tidak aktif (IPV): mengandung virus polio mati (setelah perawatan) yang merangsang tubuh untuk menciptakan kekebalan untuk pencegahan penyakit. Vaksin ini dapat dikombinasikan dengan beberapa vaksin lain.

Saat ini ada beberapa jenis vaksin polio termasuk: Vaksin OPV berisi 3 jenis polio antigen (tOPV) 1,2,3 yang telah dikembangkan untuk anak-anak 2, 3 dan 4 bulan di dunia lebih dari 50 tahun lalu

  • – Vaksin dipastikan aman dan sangat efektif dalam mencegah polio.
  • – Vaksin OPV berisi 2 jenis polio antigen (bOPV) 1 dan 3, telah diterapkan dalam program EPI untuk menggantikan vaksin tOPV di lebih dari 150 negara.
  • – Vaksin IPV mengandung 3 jenis antigen polio 1,2,3. Saat ini, vaksin ini telah dimasukkan dalam program EPI di banyak negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *